Selasa, 29 Maret 2016

Demam berdarah atau Tifus ?

Standard
Gejala penyakit demam berdarah atau DBD dan tifus memiliki beberapa kesamaan. Kedua penyakit ini ditandai dengan demam yang cukup tinggi sehingga mengganggu aktivitas penderitanya. Jika salah mengetahui jenis penyakit yang diderita bisa mengakibatkan kesalahan penanganan pada penderita, bahkan dapat menyebabkan kematian. Apa saja perbedaan antara penyakit demam berdarah dan tifus?

Penyebab

  • Demam Berdarah

    Demam berdarah disebabkan oleh virus Dengue, itulah sebabnya penyakit ini disebut juga dengan Demam Berdarah Dengue yang disingkat menjadi DBD. Ada 4 jenis virus Demam Berdarah, itulah sebabnya pada beberapa kasus penderita demam berdarah yang satu menunjukkan gejala yang berbeda dengan penderita Demam berdarah lainnya. Penyakit ini menular dari satu penderita ke penderita lainnya melalui nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini biasa menggigit pada siang hari. Nyamuk yang mengisap darah dari penderita DBD kemudian menggigit orang lain yang sehat membuat virus yang ada berpindah ke orang yang sehat dan akan menyebabkan orang tersebut menderita Demam Berdarah.
  • Tifus

    Tifus disebabkan oleh bakteri yang bernama Salmonella typhi. Bakteri ini ada pada berkembang cepat pada tempat-tempat yang kotor. Penyebaran bakteri ini dibantu oleh serangga-serangga pembawa bakteri seperti lalat atau serangga lainnya. Bakteri ini bisa ada pada makanan atau minuman dan akan masuk ke tubuh orang yang mengkonsumsinya. Itulah penyebab seseorang bisa terkena tifus.

 

Bagian yang diserang

  • Demam Berdarah

    Virus demam berdarah menyebabkan terjadinya pendarahan pada organ tubuh penderitanya. Bintik merah yang biasa muncul pada penderita menunjukkan adanya pendarahan dalam tubuhnya. Jika sudah parah, pendarahan dapat terjadi pada organ-organ penting yang dapat menyebabkan kematian.
  • Tifus

    Bakteri tifus menyerang usus sehingga menyebabkan luka pada usus. Selanjutnya akan menyerang hati, limpa dan kantung empedu.

 

Gejala

  • Demam Berdarah

    Pada penderita demam berdarah, gejala-gejala yang biasa ditemui adalah:
    • Panas tinggi, umumnya > 38 derajat Celcius.
    • Badan pegal-pegal atau nyeri otot, sakit kepala, menggigil, buang-buang air atau muntah.
    • Muncul bintik-bintik merah. Gejala ini mungkin tidak muncul jika demam yang dialami baru sebentar. Cara melihat bintik merah ini dengan tes tourniquet yaitu dengan menjepit pembuluh darah mirip seperti saat Anda hendak memeriksa tekanan darah. Setelah tahap ini, biasanya bintik merah akan terlihat.
    • Setelah hari ketiga, biasanya demam akan turun dan penderita mungkin merasa sudah sembuh tetapi setelah itu demam dapat menyerang kembali. Pada masa ini sebaiknya berhati-hati agar tidak menganggap sudah sembuh dan tidak menjaga kesehatannya.
  • Tifus

    Pada penderita tifus, gejalanya adalah sebagai berikut:
    • Awalnya, demam yang dialami tidak terlalu tinggi dan suhu akan terus meningkat bertahap sampai > 38 derajat Celcius.
    • Khususnya pada malam hari, suhu akan meningkat dan akan turun pada pagi hari. Inilah yang membedakan demam tifus dengan demam pada demam berdarah.
    • Nyeri perut dan diare.
    • Batuk dan sakit tenggorokan.

Pemeriksaan

Cara paling tepat untuk mengetahui apakah seseorang menderita demam berdarah atau tifus adalah dengan melakukan pemeriksaan. Berkonsultasi dengan dokter dan biasanya untuk memastikan, dokter akan meminta untuk melakukan pemeriksaan darah. Dengan mengambil darah penderita bisa diketahui secara pasti penyakit apa yang diderita.
  • Demam Berdarah

    Pada pasien demam berdarah, pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa jumlah trombosit. Jika trombosit menurun, biasanya < 100.000/ul, seseorang akan didiagnosis mengalami demam berdarah. Tetapi, jika demam baru satu hari belum bisa diketahui karena jumlah trombosit yang masih normal. Pada kasus seperti ini, Anda dapat berkunjung kembali ke dokter untuk memeriksa jumlah trombosit jika masih mengalami demam. Pada pemeriksaan yang lebih canggih, dapat diketahui apakah darah mengandung virus dengue atau tidak. Jadi, jika jumlah trombosit masih normal tetapi pada darah positif mengandung virus dengue berarti Anda mengalami demam berdarah.
  • Tifus

    Untuk mengetahui apakah Anda mengalami tifus atau tidak, maka akan dilakukan tes Widal. Yang diperiksa pada tes ini adalah apakah pada darah mengandung antibodi terhadap bakteri Salmonella typhi. Jika hasil menunjukkan > 1/160 berarti Anda menderita tifus. Pemeriksaan lain dapat dilakukan dengan memeriksa tinja penderita karena pada tinja penderita tifus mengandung bakteri Salmonella typhi.

 

Pengobatan

  • Demam Berdarah

    Tidak ada obat khusus untuk mengobati penderita demam berdarah karena tidak ada vaksin untuk membunuh virus dengue. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga agar penderita tidak mengalami dehidrasi. Jika penderita tidak dapat makan dengan baik, mengalami diare atau muntah, ada baiknya penderita dirawat di rumah sakit agar dapat dibantu dengan infus sehingga daya tahan penderita lebih kuat. Pada penderita demam berdarah tidak ada pantangan makanan.
  • Tifus

    Untuk pengobatan tifus, biasanya akan diberikan antibiotik untuk membunuh bakteri. Untuk menyembuhkan usus yang luka, makanan yang dimakan tidak boleh keras agar tidak memaksa kerja usus yang sedang sakit. Nasi tim atau bubur menjadi makanan yang dikonsumsi penderita. Hindari juga makanan yang asam dan pedas.

Cara Pencegahan

  • Demam Berdarah

    Seperti yang sering didengungkan, untuk mencegah, khususnya mecegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang merupakan sarana penularan demam berdarah adalah dengan melakukan gerakan 3 M. Yang dimaksud gerakan 3 M adalah Menguras bak mandi minimal 1 minggu sekali, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang tidak terpakai yang berpotensi menjadi tempat genangan air hujan.
  • Tifus

    Sedangkan untuk mencegah tifus adalah dengan menjaga lingkungan tetap bersih sehingga bakteri tifus tidak dapat berkembang biak. Pilihlah makanan dan minuman yang bersih untuk dikonsumsi.
Selain itu, penting menjaga kondisi tubuh tetap fit. Dengan daya tahan tubuh yang kuat mencegah penyakit demam berdarah atau DBD dan tifus menimpa kita.

Minggu, 27 Maret 2016

Laju Endap Darah (LED) di atas normal, apa penyebab dan akibatnya?

Standard
Laju Endap Darah (LED) 


Laju Endap Darah (LED) atau Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) merupakan salah satu pemeriksaan rutin untuk darah. Proses pemeriksaan sedimentasi (pengendapan) darah ini diukur dengan memasukkan darah kita ke dalam tabung khusus selama satu jam. Makin banyak sel darah merah yang mengendap maka makin tinggi LED-nya.

Tinggi ringannya nilai pada LED memang sangat dipengaruhi oleh keadaan tubuh kita, terutama saat terjadi radang. Namun ternyata orang yang anemia, dalam kehamilan dan para lansia pun memiliki nilai LED yang tinggi.

Jadi orang normal pun bisa memiliki LED tinggi dan sebaliknya bila LED normalpun belum tentu tidak ada masalah. Jadi pemeriksaan LED masih termasuk pemeriksaan penunjang, yang mendukung pemeriksaan fisik dan anamnesis dari sang dokter.

Namun biasanya dokter langsung akan melakukan pemeriksaan tambahan lain, bila nilai LED di atas normal. Sehinggai mereka tahu apa yang mengakibatkan nilai LED-nya tinggi.

Selain untuk pemeriksaan rutin, LED pun bisa dipergunakan untuk mengecek perkembangan dari suatu penyakit yang dirawat. Bila LED makin menurun berarti perawatan berlangsung cukup baik, dalam arti lain pengobatan yang diberikan bekerja dengan baik.

Bila disertai dengan keluhan gampang lelah dan pandangan berkunang-berkunang, kemungkinan besar diagnosisnya anemia. Biasanya didukung dengan nilai Haemoglobin (Hb) yang rendah. Coba lihat kembali hasil lab-nya.

Untuk penanganannya, anemia harus diidentifikasikan dahulu apakah Hb yang turun akibat dari Zat Besi (Fe) yang turun, atau komponen Hb yang lain yang turun? (Misalnya globin-nya/protennya).

Bila memang Fe-nya yang turun tentunya harus cukup mengkonsumsi tablet besi (Sulfusferrosus). Sekarang bentuknya tablet berbagai ragam. Ada yang disatukan dengan Effervescent atau dengan Vitamin B dan sebagainya.

Sedangkan bila kadar proteinnya yang turun, tentunya harus konsumsi makanan atau minuman tinggi protein. Ini pun bentuknya sudah beragam, ada yang berbentuk susu, berbentuk minuman bertenaga dan yang paling banyak mungkin berbentuk makanan lauk-pauk sehari-hari. 


Semoga bermanfaat

Jumat, 25 Maret 2016

Rabu, 23 Maret 2016

Standard
Persiapan sebelum Medical Check Up

Pemeriksaan DARAH
1. Puasa dilakukan selama 10 – 12 jam sebelum pemeriksaan laboratorium. Tidak berpuasa lebih dari 14 jam, karena akan mempengaruhi hasil pemeriksaan.
2. Selama puasa, tidak diperkenankan makan dan minum kecuali air putih dan bukan minuman manis seperti teh, kopi dan lain-lain.
3. Banyak minum seperti anjuran di point 2.
4. Hentikan merokok sebelum pemeriksaan karena dapat mempengaruhi hasil.
5. Jangan berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang berat sejak 12 jam sebelum pengambilan darah.
6. Tidak mengkonsumsi obat kecuali sesuai dengan petunjuk dokter. Informasikan hal ini kepada petugas.


Pemeriksaan URINE
Untuk penampungan urine sebaiknya dilakukan pada saat menjelang pemeriksaan. Untuk menampung urine gunakan wadah yang telah disediakan, tampunglah urine minimal setengah dari wadah.
Cara penampungan urine
1. Cucilah tangan dan alat kelamin sebelum berkemih/kencing.
2. Buanglah (sedikit) urine (air kencing) yang keluar pada waktu pertama kali urine keluar/mengalir, setelah itu barulah ditampung dalam wadah yang telah disediakan.
3. Hentikan penampungan urine sesaat sebelum aliran urine berhenti atau dengan kata lain (sedikit) urine yang keluar sesaat sebelum selesai kencing tidak usah ditampung/ dibuang saja.

Pemeriksaan RONTGEN DADA
1. Peserta harus menanggalkan perhiasan terutama yang terbuat dari logam di seputar bagian leher dan dada (yang akan dirontgen).
2. Peserta mengenakan pakaian khusus yang telah disediakan.
3. Untuk peserta wanita yang hamil tidak dilakukan pemeriksaan rontgen.

Persiapan Pemeriksaan EKG
1. Tidak boleh melakukan aktivitas fisik yang berat seperti olahraga atau kerja berat, 24 jam sebelum pemeriksaan
2. Tidak minum obat-obatan 24 jam sebelum pemeriksaan, kecuali ada anjuran dokter.
3. Istirahat cukup satu malam sebelum pemeriksaan dilakukan.
4. Pada hari pemeriksaan sebaiknya tidak merokok, tidak minum kopi.
5. Peserta tidak dalam keadaan terlalu kenyang atau lapar.
6. Peserta tidak mengenakan perhiasan, sabuk berkepala logam, atau bahan logam lainnya di tubuh.
7. Peserta tidak menyimpan HP atau jam tangan di tubuh
8. Melepas pakaian dari pinggang ke atas (pria ataupun wanita)
9. Saat dilakukan pemeriksaan peserta harus dalam keadaan diam dan rileks.

Persiapan Pemeriksaan AUDIOMETRI
1. Sebaiknya tidak berada di tempat bising selama 12 jam sebelum dilakukan tes (pemeriksaan)
2. Peserta melakukan pembersihan telinga sebelum diperiksa agar hasil yang didapat optimal.
3. Tes (pemeriksaan) sebaiknya dilakukan pagi hari sebelum bekerja
Standard
PAKET-PAKET MEDICAL CHECK UP DI Bio Medi Centre Klinik efektif Maret 2016 :

-PAKET IA
(Fisik [pemeriksaan dokter], Darah Lengkap, Urine Lengkap, Rontgen)

-PAKET IB
(Fisik [pemeriksaan dokter], Darah Lengkap, Urine Lengkap, Rontgen, HCG)

-PAKET IIA
(Fisik [pemeriksaan dokter], Darah Lengkap, Urine Lengkap, Rontgen, SGPT, SGOT, HbsAg)

-PAKET IIB
(Fisik [pemeriksaan dokter], Darah Lengkap, Urine Lengkap, Rontgen, SGPT, SGOT, HbsAg, HCG)

-PAKET III
(Fisik [pemeriksaan dokter], Darah Lengkap, Urine Lengkap, Rontgen, SGPT, Creatinin, Cholesterol Total, Asam urat, Gula Darah Sewaktu)

-PAKET IV
(Fisik [pemeriksaan dokter], Darah Lengkap, Urine Lengkap, Rontgen, SGPT, Creatinin, Cholesterol Total, Asam urat, Gula Darah Sewaktu, HbsAg)

-PAKET LENGKAP
(Fisik [pemeriksaan dokter], Darah Lengkap, Urine Lengkap, Fungsi Ginjal (Asam Urat, Ureum, Creatinin), Fungsi Hati (SGOT, SGPT), Gula Darah (Gula Darah Puasa, Gula Darah 2 jam PP), Profil lemak (Cholesterol Total, LDL, HDL, Trigliserida), HbsAg, Rontgen, EKG)

-PAKET LAB
(H2TL, Widal)

-PAKET KOMBINASI
(Asam Urat, Cholesterol, Gula Darah)

-PAKET KOMBINAS LENGKAP
(Fungsi Hati (SGOT, SGPT), Fungsi Ginjal (Asam Urat, Ureum, Creatinin), Profil lemak (Cholesterol Total, LDL, HDL, Trigliserida), Gula Darah Puasa)

-PAKET NARKOBA
(Amphetamin, Benzodiazepin, Morphin, THC)

Selasa, 22 Maret 2016

Kamis, 17 Maret 2016

Hepatitis

Standard

Jenis Penyakit Hepatitis

Penyakit hepatitis adalah jenis penyakit hepatitis yang dapat dengan mudah untuk terkena oleh siapapun. Karena penyakit hepatitis ini akan mudah sekali penularannya dengan melalui kotoran. Kotoran yang terdapat virus hepatitis akan mudah untuk dikenai dengan mudah pada makanan dan juga air yang telah tercemar. Sehingga penularan penyakit hepatitis A adalah yang paling mudah untuk terjadi.
Jika penyakit Hepatitis A disebabkan oleh makanan atau minuman yang kotor dan telah tercemar oleh virus hepatitis, maka yang Hepatitis B sudah meningkat penularannya, yaitu melalui darah. Penyakit Hepatitis B akan mudah untuk menular melalui darah penderita hepatitis.
Penyakit hepatitis yang selanjut nya adalah penyakit Hepatitis C yang juga cukup bahaya jika terjadi. Seorang bisa terkena penyakit hepatitis C dikarenakan penularan penyakit Hepatitis C dikarenakan oleh darah juga. Dan biasanya penularan penyakit hepatitis ini tidak dengan transfusi melainkan dengan penggunaan alat seperti jarum suntik. Jarum suntik yang digunakan untuk menyuntikan obat terlarang ke tubuh dan penggunaan jarum suntik digunakan oleh banyak orang sehingga penularannya dapat dengan mudah dan juga cepat.
  • Penyakit Hepatitis D
Seorang yang mengalami hepatitis d bisa terjadi jika ada riwayat memiliki penyakiy Hepatitis B sebelum nya. dan penyakit Hepatitis B yang diderita cukup parah, sehingga dapat semakin parah dengan meningkat menjadi jenis penyakit hepatitis D.
  • Penyakit Hepatitis E
Penyakit hepatitis merupakan akibat dari penularan penyakit hepatitis dari virus yang memasuki mulut melalui makanan yang juga telah terdapat virus hepatitis.

Gejala Penyakit Hepatitis

  • Demam
Ketika tubuh telah mengalami penularan penyakit hepatitis maka akan menyebabkan demam, dan demam yang dialami hampir sama dengan demam yang terjadi pada gejala flu. Sehingga akan membuat penderita penyakit hepatitis tidak akan menyadari bahwa yang dirasakan merupakan gejala dari penyakit hepatitis.
  • Sakit tenggorokan
Setelah penularan penyakit hepatitis setelah beberapa minggu juga akan mengalami sakit tenggorokan. Hal ini menunjukan bahwa virus telah menginfeksi bagian tubuh dan sudah sampai pada bagian tenggorokan.
  • Mual dan muntah
Karena tenggorokan sudah di infeksi akibat dari penularan penyakit hepatitis maka dari pencernaan juga akan mengalami gangguan sehingga ketika di masukan oleh makanan atau minuman akan keluar kembali. mual dan muntah akibat penularan penyakit hepatitis akan membuat nafsu makan seseorang penderitanya akan hilang dan berat badan juga akan turun secara bersamaan.
  • Pusing kepala
Pusing kepala juga akan terjadi dan termasuk gejala dari penularan penyakit hepatitis yang akan membuat kepala akan berat jika bangun setelah berbaring. Dan hal yang ingin dilakukan pada penderita hepatitis juga hanya berdiam di tempat tidur.
  • Nyeri sendi
Nyeri sendi juga akan dialami dan bukan karena rematik, tetapi karena penularan penyakit hepatitis yang sudah menginfeksi bagian sendi. Dan jika sudah mengalami sakit sendi maka akan sulit untuk menggerakkan badan dengan mudah.
  • Sakit perut
Sakit perut yang dialami ketika sakit hepatitis bukan sakit perut biasa, melainkan sakit perut yang akan terasa sangat sakit apabila perut disentuh atau ditekan. Tetapi jika tidak menyentuh perut maka akan terasa baik-baik saja.
  • Urine yang berubah warna
Ketika mengalami penularan penyakit hepatitis juga akan mengalami perubahan warna urine yang lebih gelap atau lebih pekat dari sebelumnya.
  • Sakit kuning
Jika mata atau pun kulit mengalami perubahan warna menjadi kuning maka dapat dipastikan jika virus hepatitis telah menginfeksi tubuh.

Semoga bermanfaat